Sabtu, 25 Mei 2013

Cerita Umroh 3 ( Selamat datang di Raudhah ( Taman Surga ) ^_^ )


tampak depan masjid nabawi di pagi hari
(image by me )


Salah satu kegiatan utama dalam rangkaian ibadah umroh di Madinah ini adalah berziarah ke maqam Rasulullah dan ke Raudhah.

Raudhah berada di dalam  Masjid Nabawi, yaitu di antara makam Rasulullah saw dan Mimbar Nabi. Luasnya kurang lebih 144 meter persegi. Di tandai dengan tiang-tiang berwarna putih  dan beralas permadani abu-abu kehijauan cantik bermotif dedaunan dan bunga. Raudhah sendiri berarti “Taman Surga”, seperti yang disabdakan Rasulullah SAW “ Diantara rumahku dan mimbarku adalah sebagian taman surga” (HR. Bukhari dan Muslim). Dan berdasar hadist Ibnu Hajar, ibadah yang dilaksanakan di raudhah akan membawa sang pelaksana masuk surga. Itulah sebabnya kenapa raudhah di padati para jamaah karena raudhah adalah salah satu tempat yang makbul untuk berdo’a.

( Sumber : Buku Panduan Pintar Manasik Haji dan Umrah)



 bangunan masjid nabawi asli yang kali pertama di bangun Rasulullah
( di bawah kubah berwarna hijau itulah terletak mimbar dan maqam Rasulullah SAW )
 (image by me )


 
Hari kedua, Senin 13 Mei 2013, jam 7.30 pagi waktu madinah setelah sarapan, rombongan kami berkumpul di depan Masjid Nabawi untuk berziarah ke maqam Rasulullah dan Raudhah. Jamaah di bagi menjadi dua kelompok yaitu pria dan wanita, jamaah pria di pandu oleh Ustd. KH Mudzakir selaku pembimbing utama kami dan seorang muthowif  pria yang sudah stand by di Madinah. Sedangkan kami jamaah wanita dipandu seorang (pembimbing) muthowif wanita pula. Memang salah satu keuntungan jika kita pergi dengan rombongan untuk mengunjungi maqam Rasul dan raudhah biasanya awal pertama kita akan dibimbing terlebih dahulu oleh para muthowif dari travel. Sehingga kita tahu tata cara dan beberapa penjelasan berkaitan dengan sejarah Masjid Nabawi diantaranya adalah keberadaan maqam Rasul dan raudhah ini. Selebihnya jika besok kita ingin beribadah dan berdo’a di raudhah sendiri kita sudah tahu urutan dan arahnya.

Subhannallah ternyata banyak sekali umat muslim yang ingin berdo’a di Raudhah, ya karena keistimewaannya yang merupakan salah satu tempat mustajab untuk berdo’a. Saking banyaknya, untuk mempermudah antrian masuk para jamaah di bagi beberapa kelompok sesuai asal negaranya.

Pembimbing kami berpesan agar kami senantiasa patuh dengan aba2 dan petunjuk dari askar pemandu. Bila mereka minta kita duduk, duduklah. Bila harus berhenti di satu titik, berhentilah. Ketidakpatuhan hanya akan membuat kita di usir dari masjid. Dan yang lebih penting kita tidak boleh berlarian/ tergesa-gesa ketika menuju raudhah dan maqam rasul meskipun kita ingin sekali tiba di sana, karena itu sama halnya kita tidak menghormati keberadaan Nabi Muhammad SAW. Bersabar dan banyak beristighfar itu lebih baik. Dari situlah kita bisa belajar untuk lebih sabar, bertoleransi dan menjadi manusia yang lebih baik.


 Berikut tips berkunjung ke raudhah :

  • Pastikan informasi jam di bukanya Raudhah. Berbeda dengan jamaah laki-laki yang di buka 24 jam. Untuk jamaah perempuan hanya jam 07.00 s/d 24.00 waktu madinah, ba’da shalat  subuh, dhuhur dan isya’.
  • Masuklah dalam keadaan bersuci/berwudhu. Bila ingin berwudlu, kamar mandi dan tempat wudhu ada di muka halaman masjid. 
  •  Untuk jamaah wanita dilarang membawa kamera poket/kamera canggih. HP/ponsel berkamera masih diijinkan di bawa masuk
  •  Bawalah tas kresek/ kantung untuk menyimpan sandal/ sepatu anda ketika masuk kedalam masjid. Dan kita bisa menitipkan di dlm kotak2 sepatu yang ada di dalam masjid. Ingatlah nomer kotak sepatunya untuk memudahkan mencari kembali sepulangnya nanti 
  • Sebisa mungkin tidak pergi ke raudhah sendiri untuk manula, karena kondisi raudah yang sempit dan penuh dengan jamaah yang tentunya berdesak-desakan bisa berakibat fatal.
  • Tetaplah bersabar ketika menunggu giliran antrian, ikuti petunjuk dari askar pembimbing maupun yang berjaga di dalam raudhah 
  • Tunaikan sholat sunnah 2 rakaat (mutlaq, taubah, hajat, dll ) ketika berada di dalam raudhah. Banyaklah berdo’a ketika dalam keadaan bersujud / pas sujud terakhir.
  • Jangan berdo’a dengan berdiri, menengadahkan tangan atau dengan membawa catatan. Berdo’alah  ketika bersujud. Karena anda akan diusir segera oleh askar yang menjaga jika terlihat berdiri/ duduk dan berdo’a karena saking banyaknya jamaah yang mengantri di belakang. Khusu’ semampu kita. Tidak perlu memaksakan diri untuk melafalkan dalam bahasa arab. Berdo’alah dengan bahasa kita sendiri, insyaallah Allah SWT Maha Tahu apa yang kita panjatkan.
  • Maksimalkan waktu yang kita punya untuk memanjatkan do’a di Raudhah. Segera tinggalkan raudhah jika sudah cukup memanjatkan do’a disana. Berilah kesempatan pada jamaah lain untuk berdo’a pula di raudhah.



 Area dekat raudhah
(image by me ) 

Alhamdulillah akhirnya saat itu rombongan kami bisa diberi kesempatan untuk bisa sholat dan berdo’a di Raudhah meskipun harus menunggu antrian hingga 2 jam, alhamdulillah dengan kesabaran semua bisa berlangsung dengan lancar.  

Oh iya ada kejadian unik waktu aku berdo’a di raudhah kali pertama. Jadi karena begitu padatnya orang yang ada di dalam. Saya berdo’a dan bersujud lama skali dalam kondisi terbatas, hingga tanpa sadar terinjak, dan didudukin jamaah lain yang berdesakkan. Tapi Subhanallah saya gak merasakan sakit apapun selain ketenangan dan khusu’ ketika berdo’a  dengan Allah SWT hingga gak berasa basah muka ini karena hujan air mata :(. Aku baru tersadar waktu merasa punggungku di tepuk dari belakang yang ternyata  tak lain mamaku. Selang sebentar terdengar komando dari pembimbing kami untuk segera meninggalkan Raudhah. Ya..kami rombongan indonesia diharap segera meninggalkan raudhah karena rombongan jamaah dari Iran dengan jumlah yang cukup banyak akan tiba ,dengan maksud supaya kami tidak semakin berdesakkan di dalam dan bisa berakibat fatal, mengingat postur tubuh  kami yang tentunya lebih ‘imut’ di banding mereka, hehe :D. 

Semoga cerita pengalaman dan beberapa tips ketika berkunjung ke Raudhah bisa bermanfaat bagi teman-teman. Jadi jika nanti teman-teman berkunjung ke Masjid Nabawi lalu meninggalkan wilayah berkarpet merah  dan masuk kedalam karpet berwarna abu kehijauan berhiaskan bunga- bunga dan dedaunan. Dan diatasnya bergantungan lampu-lampu indah yang gemerlap, artinya selamat datang di Raudhah . Berdo’alah sebanyak dan sekhusuk mungkin . Semoga do’a kita semua diijabah oleh Allah SWT..aamiin..^_^


Nanti akan saya update lagi cerita umrohnya..di postingan selanjutnya..:)


Cheers,





4 komentar:

  1. Memakai biro perjalanan arofahmina surabaya ya mbak?
    Memuaskan nggak bironya? Tks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hallo psikohumanika..salam kenal ya..
      iya kemarin saya pake biro arofahmina,,alhmdulillah cukup memuaskan :)

      Hapus
  2. pakai paket apa mbak di Arofahmina ?, saya jd tertarik ikutan

    BalasHapus
  3. mashaAllah mbak, aku mocone ikut mbrebes mili... semoga bisa kesana juga ��

    BalasHapus

Hi, thank you for leaving your comments. I love to hear them. Have a nice day and happy crafting!! :)